Langgar Batas Tonase, Jembatan Darurat Sinambek Ditutup Total
Teluk Kuantan – Ketidakpatuhan terhadap aturan batas muatan kendaraan berdampak serius pada infrastruktur daerah. Jembatan darurat di wilayah Sinambek, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), akhirnya ditutup total setelah mengalami kerusakan parah akibat kendaraan bermuatan melebihi kapasitas.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kuansing menegaskan, jembatan tersebut sejak awal hanya diperuntukkan bagi kendaraan ringan. Namun, masih banyak kendaraan angkutan, termasuk pengangkut hasil perkebunan dan material, yang nekat melintas meski telah dipasang portal pembatas.
Kepala Dishub Kuansing, Hendri Wahyudi, SE, mengatakan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah berulang kali mengingatkan soal risiko kerusakan dan bahaya keselamatan.
“Ini bukan kejadian tiba-tiba. Sudah ada pembatasan dan imbauan, tapi tetap dilanggar. Akibatnya, jembatan darurat kini nyaris ambruk,” ujar Hendri, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, kerusakan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pelanggaran batas tonase bukan hanya merugikan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat luas yang menggantungkan akses transportasi pada jalur tersebut.

Dalam kondisi keterbatasan anggaran, Pemkab Kuansing terpaksa mengambil langkah tegas dengan menutup jembatan dan mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif guna mencegah risiko kecelakaan yang lebih besar.
Dishub Kuansing juga menegaskan akan memperketat pengawasan kendaraan angkutan di sejumlah ruas jalan dan jembatan rawan, serta memaksimalkan fungsi portal pembatas yang telah dipasang.
Hendri mengingatkan, ketentuan batas muatan kendaraan telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenai sanksi pidana maupun denda.
“Kalau aturan dipatuhi sejak awal, jembatan darurat ini masih bisa dimanfaatkan. Ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak,” tegasnya.
Ia berharap, ke depan perusahaan angkutan dan pengemudi lebih disiplin dan bertanggung jawab agar kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah Kuansing.
Editor :Sartika Isniwati
Source : Kadishub Hendri Wahyudi